Social Icons

twitterfacebookgoogle plus

Senin, Oktober 08, 2012

BAB 2. VIRUS

A. Struktur Virus

Structure of Virus T
  • Head / Kapsid
  • DNA/RNA
  • Neck/Leher
  • Sheath/Selubung Ekor
  • Base Plate / Lempeng Dasar
  • Tail Fiber / Serabut Ekor
Penjelasan



Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus merupakan Parasit obligat / Parasit permanen

Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk untai tunggal atau ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Bahan genetik tersebut diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid. Kapsid bisa berbentuk bulat (sferik) atau heliks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus.

Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.

Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.

Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

Pertanyaan

Q: Berdasarkan gambar struktur virus T/ Bakteriophage diatas , apakah virus dapat dikategorikan sebagai sel ? 

Answer : Tidak , karena virus sendiri merupakan aseluler ( tidak memiliki sel )

Q: Perhatikan mahluk hidup yang ada di sekitar Anda , lalu indentifikasi berberapa gejala hidup yang Anda Jumpai !

Answer : Gejala hidup yang sering kita jumpai terdiri atas 
  • bernafas
  • reproduksi
  • sekresi
  • ekskresi
  • bergerak
  • dll


Q: Indentifikasi Ciri ciri Umum Virus

Answer : Ciri umum virus terdiri atas 
  • Aseluler
  • Lebih kecil dari bakteri
  • Hanya memiliki 1 DNA/RNA
  • Memiliki molekul protein yang membungkus DNA/RNA virus disebut kapsid
  • Bentuk bermacam-macam ( oval , silindris , polyhedral,kompleks )

Q: Dari ciri ciri virus yang dapat di identifikasikan , Carilah gejala hidup yang dimiliki oleh virus dan jelaskan!

Answer: Virus tidak dapat berkembang biak tanpa sel inang yang dia infeksikan menggunakan DNA/RNA tersebut. Dan hanya dapat mengkristal bila berada diluar sel inang .

Q: Dengan Membandingkan gejala hidup yang dimiliki oleh mahluk hidup dan gejala hidup virus , apakah virus dapat dikategorikan sebagai mahluk hidup?

Answer:
  • Tidak , Virus tidak memiliki sel , dan hanya bisa melakukan pengkristalan diri
  • Ya, Virus dapat memperbanyak dirinya / Mereplikasikan dirinya melalui sel inang sebagai parasit


Q: Sifat Mahluk hidup yang dimiliki virus adalah kemampuan bereproduksi walaupun reproduksinya berbeda dengan mahluk hidup lain . Virus hanya dapat bereproduksi apabila ___________

Answer : Apabila virus telah berhasil mengontrol sel inang dengan DNA/RNA virus itu sendiri lalu menggunakannya sebagai tempat dan bahan memperbanyak dirinya .



Q: Reproduksi virus dibedakan menjadi 2 .. yaitu daur litik / lisis dan daur lisogenik jelaskan!


 Answer :

  • Daur litik : Siklus dimana virus melakukan reproduksi dengan memasukan DNA/RNAnya ke sel inang lalu mengambil alih dan mengontrol sel inang tersebut lalu memperbanyak dirinya , biasa terjadi di setiap sel yang telah terinfeksi.
  • Daur Lisogenik : Siklus dimana virus melakukan reproduksi seperti daur Litik namun daur ini lebih kompleks karena DNA/RNA virus menunggu saat yang tepat saat mengambil alih sel tersebut saat sudah lemah  dan biasa terjadi pada sel yang dapat membelah diri yang sudah terinfeksi DNA/RNA virus tersebut


Q: Gambarkan Daur Lisogenik dan Litik dan berikan penjelasan !

Answer : 


Daur Litik :
  1. Adsorpsi : Dimana virus menempel ke dinding sel inang
  2. Penetrasi : Virus memasukan DNA/RNAnya kedalam sel inang
  3. eklifase : Pengambil alihan kontrol terhadap sel inang
  4. Replikasi : Virus membuat anggota tubuhnya yang baru
  5. Sintesis/Perakitan : Virus mulai merakit tubuhnya yang baru secara bertahap
  6. Lisis : Setelah sel tidak muat lagi karena virus virus baru didalamnya , sel tersebut meledak dan virus virus baru tersebut keluar dan akan mengkristalkan dirinya maupun menginfeksi sel inang lainnya.


Daur Lisogenik : 

  1. Adsorpsi : Dimana virus menempel ke dinding sel inang
  2. Penetrasi : Virus memasukan DNA/RNAnya kedalam sel inang
  3. Penggabungan : DNA/RNA virus bergabung dengan sel inang namun tidak mengambil alih
  4. Pembelahan : bila sel inang membelah maka DNA/RNA virus yang bergabung ikut membelah dan memperbanyak diri
  5. Sintesis : Mengambil alih sel inang / sel bakteri disaat profage virus aktif dan sel inang sudah lemah
  6. Replikasi : Virus membuat anggota tubuhnya yang baru
  7. Sintesis/Perakitan : Virus mulai merakit tubuhnya yang baru secara bertahap
  8. Lisis : Setelah sel tidak muat lagi karena virus virus baru didalamnya , sel tersebut meledak dan virus virus baru tersebut keluar dan akan mengkristalkan dirinya maupun menginfeksi sel inang lainnya.




Q: Sebutkan Fungsi fungsi dari setiap bagian virus !

Answer : 

Structure of Virus T

FUNGSI : 
  1. Head/Kapsid : Sebagai selimut dan pelindung DNA/RNA Virus
  2. DNA/RNA: Yang nantinya saat melakukan Daur Lisogenik maupun Lisis akan mengontrol sel inang
  3. Neck/Leher: sebagai penghubung antara selubung ekor dan kepala
  4. Sheath/Selubung Ekor : Sebagai penghubung antara leher dan Papan Dasar
  5. Base Plate / Papan Dasar : Sebagai tempat keluar DNA/RNA virus  saat melakukan Penetrasi terhadap sel inang
  6. Tail Fiber/Serabut Ekor: Sebagai alat untuk melekatkan badan Virus ke dinding sel Inang saat melakukan absorbsi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar